26.4.07
Impoten
Ya, sebutan itu yang sering terlontar dari teman-teman Parjo ketika mereka berkumpul dan bercanda di sanggar. Bukan tanpa alasan kalau mereka menyindir Parjo dengan sebutan demikian. Bayangkan saja, usia sudah hampir kepala empat, kurang dikitlah. Rambut gondrongnya sudah bercampur dengan uban disana sini. Teman seangkatannya mulai dari esde, es-em-pe, es-em-a bahkan teman-teman kuliahnya sudah menikah semua. Ada yang sudah beranak dua, tiga, empat, malah sudah ada yang meminang cucu. Tinggal Parjo sendiri yang masih dengan santainya melenggang tanpa isteri. Alhasil, setiap ngumpul di sanggar atau dimanapun, ia pasti jadi bahan ledekan teman-temannya.
Parjo adalah anak sulung dari lima bersaudara. Adiknya dua perempuan dan dua laki-laki. Semua sudah berumah tangga dan sudah bisa memberikan cucu-cucu manis pada bapak dan ibunya. Adik-adiknya sampai ndower bibirnya memberi saran sama Parjo agar segera menikah. Ibu bapaknya yang sudah merenta bahkan sampai kehabisan kata dan cara membujuk anak sulungnya itu. Sehabis nasehat selesai, pasti parjo hanya akan menutup dengan sebuah kata yang memang luas penjabarannya, sabar. Padahal kurang apa si Parjo yang ndablek itu, pacar sudah punya, seorang wanita setia yang sudah menunggu kesediaan Parjo buat meminangnya. Namanya Niken. Kalau bukan wanita setia, tidak mungkin ia kuat mendampingi Parjo delapan tahun ini. Pekerjaan ada. Selain dia seorang pelukis yang sudah cukup punya nama, buku-buku sastra karangannya pun bisa ditemui ditoko-toko buku dimanapun, sampai ditoko buku loak pun pasti ada sebuah buku yang sampulnya tertera sebuah nama “Parjo Adhiluhung”. Kalau dipikir-pikir kurang apa coba.
“Kamu itu nunggu apa to le? Coba lihat adik-adikmu, temen-temenmu, semua kan sudah mendahului kamu. Apa kamu juga ndak kasihan sama Niken?” Nasehat ibu seperti ini sudah hafal menyusup ke gendang telinga Parjo. Tidak pagi tidak siang, setiap ketemu, ibunya pasti akan memberi ceramah seperti itu.
“Ya Bu, saya tahu. Makanya saya minta semua sabar. Saya pasti akan menikah kok.” Jawaban Parjo pun pasti akan selalu demikian. Sekiranya lebih sopan, pasti dia sudah merekam kata-kata itu, agar setiap ada orang yang bertanya, Parjo tinggal mencet tombol play.
“Dari dulu sabar sabar terus. Memangnya apa yang kamu tunggu?”
“Saya menunggu mukjizat Bu.”
“Mukjizat apa le? Mbok jangan aneh-aneh gitu. Memangnya kamu itu nabi, mau nunggu mukjizat segala.”
“Ya pokoknya mukjizat. Sudah ya bu, saya pergi dulu. Ada lukisan yang harus saya selesaikan di sanggar.”
******************
Di sanggar pun pasti akan terjadi kehebohan ketika Parjo datang.
“Hoi… si Bujang Lapuk datang nih!” Seru Imron menyambut kedatangan Parjo.
Yang disambut malah cuek bebek nginjek tembelek. Nyelonong masuk begitu saja tanpa peduli apa kata teman-temannya. Ibaratnya masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Sebenarnya ejekan teman-teman Parjo bukan tanpa alasan. Mereka berbuat demikian agar Parjo segera tersadar untuk melaksanakan kodratnya sebagai seorang manusia. Suatu kali bahkan ada teman sanggar yang membuat lukisan Parjo bersama Niken sedang duduk dipelaminan. Bukan pujian yang didapat, eh malah lukisan itu dirobek-robek Parjo hingga tak berbentu lagi. Pada akhirnya mereka selalu kalah dengan sikap Parjo yang seperti berhati batu.
Sebenarnya, pada kenyataannya tidak demikian. Parjo tak secuek seperti yang mereka kira, bapak ibu, adik-adik Parjo, Niken atau teman-teman Parjo. Setiap malam menjelang tidur, Parjo selalu termenung disisi dipan, tempat tidurnya. Mau tak mau sebenarnya perkataan dan ejekan teman-temannya melukai hatinya pula. Memang tak bisa dipungkiri bahwa sudah seharusnya Parjo menikah dan punya anak. Parjo hanya bisa mendesah. Kasihan Niken, sampai saat ini aku masih terus membuatnya menderita, rutuk batin Parjo pedih.
Saat-saat demikian, ia biasanya akan memandangi sebuah lukisan besar yang tergantung di tembok diatas tempat tidurnya. Sebuah lukisan burung elang bersayap besar sedang terbang dengan gagahnya melewati awan-awan putih yang membentag dilangit luas. Diparuhnya, seekor ikan besar menggelepar pasrah. Lukisan itu sudah sembilan tahun lamanya menempel didinding kamar Parjo. Lukisan itu dibuat ketika dia pulang dari Manado, selepas mengikuti sebuah pameran lukisan selama sepuluh hari disana. Dan lukisan itulah yang menjadi saksi bisu dari semua gejolak pikiran yang selama ini menggelayuti dada Parjo. Menyebabkan ia diejek teman-temannya sampai sekarang sebagai si Bujang Lapuk.
Parjo masih ingat peristiwa beberapa tahun silam situ di Manado. Ketika suatu malam ia diajak teman-temannya keliling kota, lalu mampir ke sebuah kompleks. Mereka semua masuk kamar masing-masing termasuk Parjo. Tentu saja dengan didampingi wanita-wanita aduhai penghuni kompleks itu. Lalu kemudian Parjo keluar kamar paling duluan dengan meninggalkan wajah kecewa teman kencannya. Lalu Parjo terpaksa pulang lebih dahulu daripada teman-temannya. Lalu dengan diam-diam malam berikutnya Parjo mengunjungi kompleks itu lagi tanpa ada temannya yang tahu. Lalu kejadian kemarin malam terulang lagi. Parjo keluar kamar dengan meninggalkan wajah kecewa teman kencannya.
Lukisan burung elang itulah yang tercipta ketika Parjo sudah kembali ke Jogja dan berkumpul dengan teman-teman sanggarnya kembali.
****************************
Suatu pagi ketika Parjo mengantar Niken ke tempat kerja, sebuah kantor advokat lumayan terkenal di Jogja, mereka menyempatkan sarapan bubur ayam dipinggir taman UGM.
“Mas Parjo sudah punya rencana”, tanya Niken sambil mengunyah bubur ayam kesukaanya.
“Rencana apa maksudmu?” Jawab Parjo acuh tak acuh.
“Ya rencana masa depan kita Mas. Pikiran Mas Parjo dah terbuka belum?”
“Terbuka terus dari dulu…”
“Aku serius Mas…”
“Aku duarius.”
“Huh!”
“Napa?” Parjo memandang wajah Niken yang cemberut sambil tersenyum tipis. “Ya tentu saja ada rencana masa depan dong Ken. Masak aku mau begini terus…”
“Ya. Terus kapan?”
“Sabar. Orang sabar kan disayang Tuhan.”
Kalo Parjo sudah ngomong sabar sabar, Niken malas mau melanjutnya pembicaraan. Dia memilih diam sampai tiba ditempat kerjanya.
*********************
Malam terasa sepi. Diluar rintik hujan berjingkat-jingkat diujung-ujung daun yang kedinginan. Parjo melirik jam weker diatas meja kerjanya. Jam sebelas lebih empat puluh menit. Ahhh! Parjo menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya.
Parjo bangkit lalu berjalan menuju almari dipojok kamar. Dibukanya almari lalu mengambil sesuatu dari bawah lipatan baju-bajunya. Sebuah kepingan vcd. Dengan gontai Parjo menghampiri vcd player dibawah meja tivi. Ditekannya tombol open lalu dimasukkan kepingan vcd itu. Parjo kembali ke duduk diatas kasur. Diambilnya remote lalu dihidupkan tivinya.
Beberapa detik kemudian, dilayar tivi muncul gambar-gambar aneh yang ternyata adalah tontonan khusus dewasa. Ya seperti itulah, tidak perlu dijelaskan lebih lanjut pasti sudah pada tahu. Dengan seksama dan penuh konsentrasi Parjo melihat apa yang tersaji dilayar tivi. Sesekali ia melirik sarung yang sedang dipakainya. Diam. Lebih konsentrasi lagi Parjo berusaha menikmati setiap adegan dilayar. Lalu ia melirik sarungnya lagi. Diam. Tak ada reaksi.
Sudah hampir empat puluh lima menit berlalu, tapi yang diharapkan Parjo tak terjadi juga. Brengsek!!! Parjo menggeram. Ia bangkit dan mematikan tivi dan vcd playernya. Sejurus kemudian ia sudah berada didepan computer. Jarinya-jarinya menekan tombol-tombol keyboard dengan kasar.
Jika aku tak perlu kencing tiap pagi agar aku tetap hidup,
Pasti kelamin ini sudah aku sumbangkan di museum Sangiran
Biar orang menyebutnya itu kelamin manusia purba
Biar orang tak pernah tahu aku pernah punya kelamin itu
Jika aku tak perlu burung ini agar aku bisa disebut lelaki,
Sudah kupotong dan kutempeli sayap dikanan kirinya
Biar ia terbang tinggi mencari teman – teman seperburungan
Biar ia tak mlempem terus dipangkal pahakuku
Ah, tapi apa aku ini masih bisa disebut lelaki
Meski masih ada benjolan diselangkanganku
Sedang aku tak mampu sekedar menaklukkan seorang pelacur dekil
Aku juga tak sanggup mengucapkan akad pada kekasihku?
Ah!!
******************
“Tumben Mas Parjo sempat datang kerumah malem Kamis gini? Biasanya sudah numplek di sanggar bersama teman-teman Mas?”
“Ya memang. Aku terpaksa bolos meeting karena ada hal yang perlu aku omongin sama Niken.”
“Wah peningkatan nih.” Niken tersenyum.
“Peningkatan apa?”
“Biasanya kan mas Parjo gak pernah memulai untuk ngomong terlebih dulu, tapi malam ini tumen banget. Pasti ada yang penting nih…”
“Ya begitulah.”
“Ada apa Mas, jadi deg-degan nih…”
“Sebelumnya aku minta maaf sama kamu, selama delapan tahun ini aku sudah membuatmu menderita dalam sebuah penantian yang tak ada batasnya. Kamu dengan setia mendampingi si Bujang Lapuk yang ndablek ini. Tapi sungguh, aku tak ada maskud demikian. Menelantarkanmu dalam kesia-siaan. Aku tak bisa memungkiri kenyataan bahwa aku memang sangat menyayangimu lebih dari yang kamu tahu meski aku belum punya keberanian untuk menjadikanmu sigaring nyawaku. Aku berterima kasih padamu karena kamulah semangat yang membuatku tetap bertahan hidup meski dalam kegamangan yang selalu menghantuiku.”
Parjo menghela nafas panjang sebelum melanjutkan kata-katanya.
“Sebenarnya ada satu rahasia yang selama ini aku pendam yang tak diketahui siapapun. Kamu, orang tuaku, adik-adikku bahkan temen-temen dekatku sekalipun. Rahasia itulah yang membuatku selalu minder, tak pede, kehilangan tekad untuk menjadikanmu permaisuri hatiku. Ini mungkin terasa konyol setelah kamu mendengarnya. Kamu mungkin akan tertawa ngakak lalu terbirit-birit pergi meninggalkanku.”
“Apa sebenarnya yang terjadi Mas? Selama ini Mas Parjo selalu bungkam setiap aku tanya apa alasannya. Aku ingin tahu, tapi aku juga tak bisa memaksa jika Mas parjo memang belum siap untuk melakukan apapun. Kesetiaan ini sebagai bukti bahwa aku tak main-main dengan Mas Parjo. Aku cuek apa kata orang tentang aku, tentang kita, karena aku yakin suatu saat Mas Parjo akan melakukan apa yang terbaik buat kita.”
“Ya Niken. Aku memang salah selama ini. Disatu sisi aku mau jujur tentang diriku tapi disisi lain aku takut akan kehilanganmu setelah kejujuranku. Aku memang pengecut.”
“Sudahlah Mas. Sekarang katakanlah apa yang ingin kamu katakan.”
“Kamu tahu kan lukisan burung elang dikamarku?”
“Ya. Memang ada apa dengan lukisan itu?”
“Sebenarnya dalam lukisan itulah semua rahasiaku berada.”
“Maksudnya?”
“Aku malu mengatakannya Ken.”
“Mas…” Niken menggenggam jemari Parjo yang tiba-tiba terasa dingin. “Kita kan sudah kenal tidak cuma seminggu, sebulan atau setahun, kenapa mesti malu untuk berkata jujur? Katakan saja Mas, insya Allah aku akan mendengarnya dengan arif meskipun itu menyakitkan buat aku.”
“Terima kasih Ken.” Parjo menatap bola mata Niken yang begitu jenih dan bercahaya.
“Burung elang dalam lukisan itu adalah simbol paling pribadiku, kelelakianku dan kejantananku yang aku rasa telah hilang entah kemana. Selama kurun waktu ini aku berusaha mencari dan menemukan, tapi aku tak tahu harus mendapatkannya dimana. Kamu pasti tak akan pernah tahu bagaimana rasanya seorang lelaki tanpa kelelakian sehingga ia tak pantas disebut seorang lelaki. Ia hanya merasa seperti sampah yang teronggok di tong dan menyebarkan bau yang tidak sedap.”
“Ken….” Parjo menggenggam erat jemari Niken yang lembut. “Aku impoten…..”
“Hahaha…..” Niken tertawa ngakak. Parjo bengong, tak bisa memaknai arti tawa Niken yang lepas itu.
“Kenapa kamu malah tertawa Ken? Aku tahu, kamu pasti akan menertawakan ini.”
“Jadi karena rahasia itu selama ini hati Mas Parjo berubah menjadi batu?”
“Kenyataan itulah yang menyiksaku selama ini. Aku takut tak akan bisa membahagiakan hidup. Kamu terlalu berharga untuk bersanding dengan seorang lelaki yang tak pantas disebut lelaki ini.”
“Darimana Mas tahu kalo impoten, sedang selama ini kita tak pernah melakukan apapun? Atau jangan-jangan Mas punya wanita lain ya…”
“Bu-bukan seperti itu Ken…”
“Lalu…?”
“Jujur ya, sebelum aku kenal kamu, waktu aku pameran ke Manado, aku pernah terbujuk teman yang membawaku ke sebuah kompleks. Aku masuk kamar dengan seorang wanita. Tapi ternyata aku tak bisa melakukan apapun. Aku coba lagi lain waktu, tetap saja demikian. Sebagai lelaki normal, mungkin kejadian-kejadian itu akan membawaku ke sebuah petualangan, tapi aku tak bisa melakukan apapun. Sampai saat inipun aku belum bisa merasa menjadi lelaki meskipun aku melihat hal-hal yang seharusnya bisa membuatku menjadi lelaki…”
“Alhamdulillah….”
“Loh kok Alhamdulillah Ken? Kamu suka punya calon suami loyo sebelum bertanding?”
“Patut disyukuri Mas. Kalau saja Mas Parjo waktu itu normal seperti lelaki lain, sudah tentu Mas akan tidur dengan pelacur itu. Artinya tahu kan? Zina. Itu dosa Mas. Syukurlah waktu itu Mas loyo. Hahahaa….”
“Jangan menertawakan aku dong Ken.”
“Nggak kok Mas. Aku tertawa karena seneng. Pertama, Mas mau jujur sama aku. Kedua, ternyata mas bener-bener masih perjaka ting-ting…”
“Perjaka apa? Perjaka loyo….”
“Mas Parjo, aku sayang kamu seutuhnya. Dengan adanya kelebihanmu dan semua kekuranganmu, aku menerima semuanya. Apapun itu. Aku tak akan mundur atau pergi meninggalkanmu hanya karena kejujuranmu yang aneh ini. Sebaliknya, aku akan menjadi ikan yang menggelepar diparuhmu, karena cengkeramanmu yang begitu kuat.”
“Tapi cakarku gak ada kukunya sama sekali Ken.”
“Mas gak usah banyak bicara ya, pokoknya besok Mas dan keluarga datang kerumah melamarku lalu kita tentukan hari pernikahan kita.”
“Tapi aku tetap belum bisa menjadi lelaki kan.”
“Ahh, itu kan belum cukup bukti.”
“Sudah banyak bukti!”
“Belum!!”
“Sudah!!”
“Belum. Masih ada satu yang belum dilakukan untuk membuktikan kebenaran itu…”
“Apa?!”
“Mas belum melihatku tanpa pakaian kan?”
“Hah!!”
“Kenapa?!”
“Kapan? Sekarang?!”
“Heit! Tunggu tanggal mainnya dong.”
Parjo seperti baru saja lepas dari lingkaran api yang selama ini mengurungnya setelah mengungkapkan kujujuran pada Niken. Angin tiba-tiba berhembus begitu lembut merasuk ke paru-paru Parjo yang terasa begitu bersih. Direngkuhnya tubuh Niken dan dibenamkannya dalam dadanya yang bidang. Bintang-bintang diatas sana seakan-akan sedang tersenyum melihat kebahagiaan Parjo malam ini.
****************
Sebulan kemudian, disebuah koran, di kolom hiburan terpampang wajah Parjo bersanding dengan Niken Ayu. Dibawah foto tertulis dengan jelas, Bujang Lapuk Itu Akhirnya Menikah. Tanpa siapapun tahu tentang rahasia yang sesungguhnya dan tanpa ada yang tahu bahwa dimalam pengantin mereka, Parjo telah membuktikan bahwa ternyata ia bisa menjadi seekor elang yang kekar dan membuat Niken menggelepar dalam cengkeramannya yang kuat. Tanpa ada yang tahu, kecuali Parjo dan Niken serta lukisan burung elang di kamar Parjo.
Semarang, 16 Januari 2007
18.4.07
Grrrghhhh
aku ingin disini
meski hanya sepi menemani
hiruk pikukmu sudah cukup meletihkanku
rehatku ini mungkin hampa
tapi sebagai pengobat peluh, cukuplah...
16.4.07
Beda
Dihadapan orang yang engkau cintai, musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah. Dihadapan orang yang engkau sukai, musim dingin tetap saja musim dingin hanya suasananya lebih indah sedikit. Dihadapan orang yang engkau cintai, jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat, sedang dihadapan orang yang engkau sukai, engkau hanya merasa senang dan gembira saja. Apabila engkau melihat mata orang yang engkau cintai, matamu berkaca-kaca, apabila engkau melihat mata orang yang engkau sukai, engkau hanya tersenyum saja. Dihadapan orang yang engkau cintai, kata-kata yang keluar dari perasaan terdalam. Dihadapan orang yang engkau sukai, kata0kata yang keluarhanya dari pikiran saja. Jika prang yang engkau cintai menangis, engkaupun ikut menangis disisinya. Jika orang yang engkau sukai menangis, engkau hanya menghibur saja. Perasaan cinta diawali dari mata, sedang rasa suka diawali dari telinga. Jadi jika engkau ingin berhenti menyukai seseorang, cukup hanya dengan menutup telingamu. Tapi apabila engkau mencoba menutup mata dari orang yang engkau cintai, cinta itu akan berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak yang cukup lama.
Tapi selain rasa suka dan rasa cinta, ada perasaan yang lebih mendalam yaitu rasa sayang. Rasa yang tidak mudah hilang secepat rasa cinta. Rasa yang tidak mudah berubah. Perasaan yang dapat membuatmu berkobar untuk orang yang engkau sayangi. Mau menderita demi kebahagiaan orang yang engkau sayangi. Cinta ingin memiliki, tapi rasa sayang hanya ingin melihat yang disayangi bahagia walaupun harus kehilangan…..
-------------
Jika tulisan ini kurang pas ato ada yang protes silakan aja...
-------------
13.4.07
Bakul Jamu Gendong


--------------------------------------------------------------------------------------------Tema : Bakul jamu gendong
Kamera : Olympus (Tipenya lupa, kamera pinjeman sih...:p)
Tanggal : 9 April 2007
Tempat : Candi Persil - Kaliwiru - Semarang
Deskripsi :
Apa yang terlintas dalam benak Anda ketika melihat seorang bakul jamu
gendong? Pernahkah Anda membeli dagangannya, ketika Anda masuk angin mungkin, lalu Anda dikasih jamu cabe puyang? Atau Anda lagi males makan, kemudian Anda disarankan minum jamu pahitan? Hanya dengan segelas seribu perak Anda sudah bisa minum jamu lalu Anda akan merasakan hasil sesudahnya. Tapi pernahkah Anda membayangkan bagaimana dia berjuang hingga ia sampai didepan rumah Anda sambil berteriak, "Jamu.... jamu! Jamune Mas...!". Dengan berjalan tertatih tanpa alas kaki, beberapa botol jamu dalam sebauh bakul menjadi beban dipunggungnya. Sementara tangannya menjinjing sebuah ember berisi air tempat mencuci gelas jamu sehabis diminum pembelinya. Lihat raut mukanya yang legam tersengat matahari seharian, berharap rejeki lebih banyak setiap ia keluar rumah bersama barang dagangannya.
Disetiap pintu rumah ia akan meneriakkan kata-kata yang sudah hafal diluar kepala dan mungkin sudah menjadi trade mark-nya agar jamunya laku. Tak peduli peluh meluruh di wajahnya. Pastilah kita semua tahu untuk apa dan siapa ia melakukan itu. Dia bukan seorang pejabat atau seorang pengusaha dengan mobil mewahnya, ia hanyalah seorang bakul jamu yang begitu besar rasa tanggung jawab untuk keluarganya. Dialah Kartini yang tak lelah berjuang.....
3.4.07
ill

15.3.07
Uhhh
yang pasti aku hanya merasakan
lembut bibirmu telah menyatu dengan bibirku;
ah, kenapa kau cium aku??
14.3.07
Ahhh...
ketika mendengarmu telah kembali
meski tak ada lagi harap....
dihatiku.
-----------------------
Link to BADVEKTOR : http://www.badvektor.co.nr
11.3.07
Launching New Blog : Badvektor
Oops! Akhirnya aku bisa launching blog baru lagi. Blog ini khusus buat nampung uneg-uneg yang tertuang dalam bentuk gambar, beda dengan yang penamerah ini. Sesuai namanya badvektor, mungkin memang bad, tapi coba datang dan buktikan dulu. So, bagi yang minat silakan rajin berkunjung ya, insya Allah gambarnya akan selalu aku update. Leotnya lebih simpel aja. Setiap satu postingan aku usahakan selalu menyertakan gambar yang aku buat sendiri [not download from internet]. bagi yang mau koleksi gambar, silakan di download aja, gratis dan akan dihukum.
Mungkin ada yang mikir, huh rakus banget, blog sampe dobel-dobel. Ya gpp kan mumpung gretongan, tar kalo dah bayar dan gak kuat bayarnya, wah para blogger mania pada minggat. Oke gak mau nglantur lagi, dah ngantuk nih....
8.3.07
Haaaghhhh....!
meski tanpa mimpi;
yang jorok seperti malam kemaren, aku mimpi bercinta dengan tetangaku yang janda;
yang menyedihkan seperti malam kemarennya lagi,
aku mimpi kamu menusukku dengan sebilah belati, hingga berdarah
lalu setelahnya aku tak bisa memejamkan mata, sekejap pun
hanya ditemani secangkir kopi juga sepiring gorengan yang sudah agak basi
kemudian kulihat kamu menyeringai dari atas meja sana
dari dalam piguramu yang makin usang
Nyesel;
kenapa tak dari kemaren aku taruh fotomu di dalam laci
seperti malam ini; akhirnya aku bisa terlelap juga
tak ada mimpi buruk atau baik
tak ada juga mimpi tentangmu
tapi setidaknya besok siang aku tak terkantuk-kabtuk di meja kerja
i'am jelous: maybe....
1.3.07
Halah...

Foto : Aku dan Istriku...
--------------------------------------------------------------------------------
Aku masih belum bisa berkata apa-apa.
Mulutku diam seribu bahasa.
Tunggu.... tunggu sampai aku bangun kembali.
Merebut singgasana yang dulu engkau bawa pergi.
Note :
Maaf buat seseorang marah karena fotonya aku pasang kemaren tanpa permisi. Besok tak pasang yang lebih besar lagi ya.
[Song: I Stand by You]
19.2.07
Lomba Blog
Untuk informasinya, klik aja disini :
Segera daftar ya, aku doakan semoga kalian menang dan jangan lupa nraktir kita-kita.
Friend vs Friend

So, ati-ati aja deh. Temen yang dah lama kita kenal dan sudah kita percaya belum tentu bisa dipercaya seterusnya. Jadi jangan terlalu percaya deh sama orang. Lebih baik berpikir dulu sebelum bertindak. Oke pren, makasih sudah mendengar keluh kesahku ini.....
17.2.07
Maaf ganti lagi [tapi tetep Penamerah]
Maaf buat para pecintaku :), karena belum genap seminggu aku dah ganti lay out baru. Bukannya bosenan dan gak setia seperti kata Carmen. Aku tetep setia kok dan masih pantes untuk selalu dirindukan. Memang perubahan yang drastis daripada sebelumnya, kalo kemaren merah, sekarang hijau. Lebih teduh kata Landy. Ya mudah2an bisa meneduhkan semuanya. Amien. Penamerah gak akan selalu terhimpit oleh warna merah, boleh kan sekali-kali beda, naga aja bisa menyemburkan es, gak cuma api aja. Tema kali ini adalah GREEN POWER, ya kekuatan dari sebuah warna hijau. Kata-kata yang muncul diatas, silakan diartikan sendiri, dah jelas kan.
Sedikit penjelasan tentang :
1. WARNA
Dominan hijau. Green Power. Evergreen. Meski namanya tetep penamerah. Hijau disini mewakili perasaan yang lembut, sejuk dan teduh seperti hatiku [//weks!], disana pula akan muncul keindahan, seperti mekarnya mawar dari balik rimbun daun menghijau.
2. IMAGE
Imajinasi yang aku tuangkan dalam goresan vektor yang mudah2an bisa mewakili tema Green Power. Didalam dominasi hijau muncul kuntum mawar yang wangi semerbak. Heemh... cantik!
Lainnnya masih bisa, masih narsis [jadi inget lagi sama Carmen bin Wicky yang narsis juga].
3. LAY OUT
Lay out masih sama kayak kemaren. Simple-simple aja yang penting tetep hidup. Hahaha.
:: Jika ada yang butuh bantuan bikin lay out silakan kontak saya 24 jam non stop. Gratis dengan catatan: cewek, cantik, single. Bagi yang cowok ada biaya khusus.
Sori kebanyakan becanda. Gratis kok buat cowok apa cewek. Paling banter biaya Koneksi aja. Hehehee.....
Untuk 18 Februari
Bagi orang lain itu hanya hari biasa tak ada yang istimewa, tapi bagiku, esok mengingatkan aku pada suatu waktu yang akibat dari tanggal itu dua tahun silam, masih terasa sampai sekarang. Aku gak mau ngungkapin bagaimana sebenarnya ceritanya, karena kalo mau nulis diblog ini, mungkin seminggu baru selesai. Tujuanku, paling tidak, jika blog ini tidak tergusur, aku masih akan mengingat cerita itu. Memang bukan seluruhnya cerita itu terasa membahagiakan bahkan banyak hal yang menyakitkan, tapi itulah pengalaman yang luar biasa buatku yang aku rasa hanya sedikit yang pernah mengalaminya.
Yang jelas dua tahun silam, ada seorang wanita yang sanggup meluluhlantakkan kejantananku [baca: perasaan lelaki], hingga aku banyak melakukan hal2 luar biasa yang belum pernah aku lakukan. Namun ternyata sayang seribu sayang, seluruh pengorbananku tak sepenuhnya mendapatkan balasan yang seperti yang aku harapkan. Meski disatu sisi aku bisa merasakan hal yang membahagiakan, tapi disisi lain keruwetan datang silih berganti.
Buat adindaku yang manis dimana saja, dengan semua kebaikan dan keburukanmu, aku akan tetap mengenangmu sampai kapanpun.
----->
Jika ada yang bersimpatik dan mau mendengar ceritaku, silakan datang ke tempatku sambil membawa makanan dan oleh2 secukupnya.
14.2.07
Yang baru.....

5.2.07
Valentine. Ughhh!!

Tau ah.... sori lagi males nulis. Terserah deh yang mo ngerayain, aku ngikut bahagia aja. Ato kalo ada yang mau jadi valentine-ku?? Hahaaha.... ga akh. Ntar dikiran aku ngobral diri. Hehehe. Boleh murah asal jangan murahan.... Ya gak??!
-------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------Hari Valentine (bahasa Inggris: Valentine's Day), pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Asal-muasalnya yang gelap sebagai sebuah hari raya Katolik Roma didiskusikan di artikel Santo Valentinus. Beberapa pembaca mungkin ingin membaca entri Valentinius pula. Hari raya ini tidak mungkin diasosiasikan dengan cinta yang romantis sebelum akhir Abad Pertengahan ketika konsep-konsep macam ini diciptakan.
Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk "valentines". Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido (Inggris: cupid) bersayap. Mulai abad ke-19, tradisi penulisan notisi pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal. The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu milyar kartu valentine dikirimkan per tahun. Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.
Di Amerika Serikat mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.
Sebuah kencan pada hari Valentine seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam sebuah relasi serius.
Di Amerika Serikat hari raya ini lalu diasosiasikan dengan ucapan umum cinta platonik "Happy Valentine's", yang bisa diucapkan oleh pria kepada teman wanita mereka, namun jarang kepada teman pria lainnya. Kecuali kedua-duanya adalah kaum homoseksual.
[Taken from : www.wikipedia.org]
[song//myvalentine]
[image//www.vnn.com]
4.2.07
Mata Keranjang
Berikut cuplikannya:
mbah_kromo>boleh gabung ga?
maya_cute>ya..blh bngt
mbah_kromo>kayaknya lg masuk ya?
mbah_kromo>dari mana aja>
maya_cute>lg masuk gmn??td brantm ma pcr ak....
mbah_kromo>ooow
mbah_kromo>malem mggu kok beramtem
mbah_kromo>napa?
maya_cute>dia ch mta kerjang di ultah tmn ak td..
maya_cute>cmua cow gt ya??
mbah_kromo>mata keranjang gimana? jangan asal vonis dunk
maya_cute>iya...emang ko ......cow ak kyk gt tp
maya_cute>maaf
maya_cute>ya..
maya_cute>ak gk
maya_cute>maksud
maya_cute>nyngung kmu
mbah_kromo>y ggp sih
mbah_kromo>wajah cemburu
mbah_kromo>tp klo cm flirt dikit gpp kan
mbah_kromo>namanya jg manusia
mbah_kromo>dan itu bukannya ga suka lg ma kamu
maya_cute>mas2 tu da sering dan tdi batas kesabaran ak hbs
maya_cute>ak lbh baik nyari yg lbh baik dari dia
maya_cute>kan masi bnk
mbah_kromo>ya klo mang ga cocok gmn lagi
mbah_kromo>hubungan itu dibangun atas rasa saling percaya, klo ga ada lagi mo gmn
maya_cute> ya...........putus aj
mbah_kromo>mang udah berapa lama kalian pacaran?
maya_cute>1 thn
mbah_kromo>hemh
mbah_kromo>emang mata keranjangnya gmn? kok sampe kamu segitunya?
maya_cute>ya...gk sa ingkit dh...gw males
mbah_kromo>oke deh
3.2.07
Cemburu??! Hahahaa!!!

benarkah aku telah mematahkan hatimu
hanya karena aku membuatmu menunggu semalam suntuk
sungguh, bukannya lupa jika malam itu aku harus menjemputmu
bukan pula aku tega membuatmu tersedu
tapi kekasihku sebelummu tiba-tiba mencariku
bersama tangisnya yang nyaris tak berhenti
lalu aku musti mendengarkan ceritanya hingga tengah malam
ya, kekasihnya setelahku membuatnya terluka hati
maaf, jika cemburu melanda hatimu
#2
berdarah, mungkin
terluka, ya
lebam hati terantuk angkuh hatimu
tersisih disudut egoismu
meradang perih teriris-iris
pergimu tanpa kata
tapi sosok lelaki disisi bahumu
memerahkan mataku
lalu aku mati sendiri
ditikam cemburuku
#3
kita;
siapa kita?
kita adalah jasadku dan jasadmu
kita adalah ruhmu dan ruhku
kita adalah perasaanku dan perasaanmu
kita adalah cintaku dan cintamu
lalu ketika ada dia diantara kita
jadi apakah kita?
tetapkah kita seperti kita?
#4
kamu pernah bilang,
cemburu itu tanda perasaan cinta;
benarkah?
:Bullshit!
dan apakah ini cintamu
ketika aku harus tak berangkat kerja
karena kamu melarangku bertemu teman sekantorku
yang aku akui, memang lebih cantik darimu
:Damn!
#5
Nok,
aku rindu kamu tiba-tiba
bolehkah aku kembali
jika cemburu ini tak lagi menguasaiku??
----------------------------
31 Januari 2007
----------------------------
[song//creed:onelastbreath]
[Jangan menghubungkan kelima tulisan ini menjadi satu alur cerita,
karena meski secara kasat mata tulisan ini berurutan,
tetapi tiap paragraf mempunyai sisi cerita yang berbeda,
hanya kebetulan mempunyai satu tema yang sama]
31.1.07
DIA YANG RINDU

denting gitarmu terasa angkuh malam ini
kaku; lalu nada-nadanya melenting jauh ke pucuk sunyi
meninggalkan sumbang lagumu
yang kosong tiba-tiba; tak ada suara
hanya desahmu sekali-kali, menggumam lirih
"Ah, kemana pergimu mencampakkan rinduku?"
#2
kau datang lalu melambaikan tangan
tapi senyumnya hilang ditelan kebisingan
riuh resah rindu tak terjamah
menjadi kelabu, mendung dan hujan mencurah
dari sudut matamu yang basah
katamu memang pernah
suatu kali pelukannya melekat pada bidang dadamu
melantunkan tembang cinta nan indah
seperti apa?
"Ah, apakah aku musti melukiskannya dengan kata-kata?"
#3
"Dia pasti kembali untukku", kilahmu
apa mungkin?
sedang jejaknya pun tak ada
apalagi kata pamit sembari menyentuh ujung jarimu
meyakinkanmu
:meski hanya sekedar hiburan yang tak lucu
ada apa?
apakah kerling matanya sudah menjadi ruh dalam tubuhmu
hingga kau tak mampu menceraikannya?
sudahlah, hentikan menghibur dirimu sendiri
"Ah, aku yakin dia kan datang kembali lagi"
#4
rindumu makin usang kini
tercampak pada sudut ruang tempatmu onani puisi
berbaris kata setiap hari kau tumpahkan untuknya
ya, meski hanya bayangan yang sempat kau cumbu
"Aku bahagia dengan keadaan ini...", katamu nyaris tak terdengar
kau menghibur siapa?
dirimu sendiri, teman dekatmu, langit kamarmu atau bintang diujung harapanmu?
sedang matamu makin hari makin cekung
menciptakan lingkaran hitam dan menutupi pijarnya yang dulu indah
rindumu tak berbentuk lagi
birahimu hanya membentur kertas-kertas bisu
sedang penamu sudah tumpul setahun yang lalu
#5
seperti kemarin;
hari ini pun sama
senyap
resah
penat
gelap
pucat
luka
dan diujung tempat tidur
tubuhmu meringkuk;
menggigil pada temperatur janggal yang kau ciptakan sendiri
entah sampai kapan
#6
kau yang rindu... itu aku!
26.1.07
Kembali

kini hanya milik-Mu, Tuhan
setelah betapa lelahnya aku
menyabungnya dari hati ke hati
tanpa ada yang pernah bisa
.....menyamai cinta-Mu
___________________
Song [Heaven - Bryan Adams]
Image [www.geocities.com/acr41st]
22.1.07
Kebimbangan

resahku sebenarnya,
adalah kekalutan hati
saat saksikanmu berserak dengan tangis
hingar bingar perasaan
jadi mencekam
dipenggal getir rasa
bimbang tak bisa disela
apakah ada keyakinan
pada hadirku
sedangkan ada luka menganga
disekujur tubuh dan jiwaku
legam,
nurani mendadak kelam
kaku,
bercampur air mata beku
tergores sepi yang diam
menelusuri sayu wajah malam
lalu turun ke bukit-bukit
yang dipenuhi batu nisan
#3
selepasku tanyakan kebimbangan,
ada yang terjawab
meski hanya separuh kata
tak bisa dimakna
ragumu perih
seperti raguku
hatimu sakit
seperti hatiku
tapi kita tinggal menunggu takdir
dijemput kematian
#4
cinta pernah berkata,
“sudah aku anugerahkan sesuatu yang indah
agar kalian hidup dalam kehidupan”
kini cinta berkata,
“terpaksa aku alirkan darah
karena kalian tak searah”
;lalu kita menagis tanpa air mata
#5
dan,
ketika rindu ini usang
aku tuliskan kata dilipatan hati
:ragu!!
#6
waktu kusadar dari laraku
kau tlah jauh berlari
meninggalkanku
dalam sendiri
Lelaku Urip lan Mati

reruntutaning pangayubagya marang panganti-anti
manah sing tansah bebungah
puspa sing tansah angrumbaka
sajroning pahit getir rerasa pangupajiwa
lelikuning urip lan reroncening carita mayapada
iki lho uripmu...
wiwit purwa nalika sliramu ambuka guwa garba
ngancik madya nalika sliramu gumlethak ing alam donya
kapungkas wasana nalika sliramu bali marang sing kuwasa
aja gumedhe. aja dumeh
anganggep werna-wernaning uripmu amung remeh
lan sanalika polahing jalma tansah nyleneh
lirih kidung asmaradana iki minangka panyandra
marang lelaku uripmu
eling lan tansah waspada iku sing paling utama
ojo lali, sesuk sliramu bakal bali marang Pangeran-Mu
19.1.07
Pertarungan
yang kini tak hidup di bekunya dunia wayang
berdiri diatas gedebog pisang ditemani sesama jasad kulit hewan
tepekur terkantuk-kantuk memaknai lengkingan pesinden
diiringi gending bertalu-talu memecah keheningan malam
kini aku hidup sebenarnya didunia nyata
tak melulu putih seperti bentangan kain semalam suntuk itu
ada merah darah, ada hijau dedaunan, ada kuning emas diufuk senja
hanya saja kisah hidupku masih sama
berjuang setitik mati mengejar Dewi Sinta yang diculik Rahwana
sendiri - tak ada Hanoman digaris depan
telah kulalui pertarungan yang panjang
bergelut menerjang Rahwana sampai titik darah penghabisan
memporak-porandakan Ngalengkadiraja yang megah
melempar panah - membabat setajam pedang
lalu - aku tersungkur jatuh berimbah darah
terkapar mendekap dada penuh syair cinta kepada Dewi Sinta
aku kalah...
aku tak sanggup membawamu kembali, Dewi Sinta
biarlah jika aku harus mati disini - diinjak-unjak Rahwana
asal kau tahu aku adalah seorang ksatria
dan cinta dalam dada ini tak akan pernah mati
meskipun darahku habis menumpah ke bumi
Semarang, 19 Januari 2007
Kepada : Ade [my beloved]
- akankah aku mati dan membiarkanmu dibawa Rahwana??
18.1.07
Aku Sebenarnya Ingin Menunggu

sehebat apakah dirimu, sayang
nyaris menggeleparkanku dilancip ujung netramu
tercambuk beribu-ribu kalipun
ruh kecil ini tak sempat mengacuhkanmu
apalagi menguburmu dilautan mandalika yang bergolak
sekuat apakah dirimu, sayang
tanganku tak mampu berontak lepaskan cengkeramanmu
jiwaku tersalib pada tonggak-tonggak cahayamu
yang hampir berkali-kali membunuhku
menelanjangiku bahkan menyeretku ke perbukitan sepi
sungguh,
sebenarnya aku ingin berlari jauh, jauh sekali
ke dimensi lain yang tak bisa memantulkan bias bayangmu
tapi kenapa kaki ini kelu
berlari ditempat menekuri bayang-bayang hitammu
doa-doa malamkupun seakan mengabur bersama angin
ya, aku hanya meminta kepastian
entah menyakitkan atau menyenangkan
entah kebersamaan atau kehilangan
entah senyuman atau duka lara
tapi lihat...
wajahmu tak ada ekspresi, bibirmu pucat
dan kau biarkan aku berdiri terkatung diperbatasan
menunggu apa?
akupun tak tahu....
15 Jan 2006 - apakah aku telah dikalahkan cinta???
17.1.07
Pacarku Super Sibuk (Sama Pacar Barunya)
Ting Tung Ting Teww!!
Kuhentikan tanganku memutar-mutar bulatan mouse. Kuraih hapeku yang tergeletak pasrah didekat tumpukan kertas kerjaku. Ada pesan masuk (bunyinya aneh ya, hihihi. Susah mo nulis bunyinya). Dea. Aku melihat sekilas pesan yang dikirimkannya – Sayang, aku mnta maaf, siang nnti gak jd lunch bareng. Aku ada meeting dengan customer. Bsk ya psti aku usahain. Cup ah - . Aku letakkan hapeku. Huh biasa, pembatalan sepihak. Kadang susah juga ya punya pacar sibuk. Saat kita mo ketemu, dia gak bisa. Gantian dia bisa, kita yang gak bisa. Kemarin memang aku dah janjian sama Dea, siang nanti mo makan bareng, tapi kalo dah begini ya terpaksa makan sendirian (gak papalah itung itung pengiritan, Hehehe)[pengiritan apa pelit Mas?].
“Lom berangkat kerja Van?” Suara Abim, tetangga kamar kos, mengagetkanku. Aku menoleh. Kulihat dia dah rapi mau berangkat kerja.
“Belum. Nih masih nyelesein kerjaan. Hari ini mesti diproof ke klien so harus rampung segera.”
“Aku duluan ya.”
“Yup.”
Aku melirik jam di dinding. Jam delapan lima belas menit. Bussyet! Cepet bener nih waktu berjalan. Jam sepuluh layout majalah ni kudu kelar, kalo gak aku bisa pingsan kena semprot Pak Budi, si pemred yang galaknya minta maaf itu. Tanpa mempedulikan yang lain segera ku konsentrasikan mataku, pikiranku dan hatiku pada layar monitor didepanku. Aku kencengin suara musik, teman setiaku bekerja. Persetan sama ibu kos yang kebisingan.
Ting Tung Ting Teww!! (Masih susah nulis bunyinya nih…)
Siapa lagi nih, ganggu orang kerja aja. Ahh, Dea lagi, ngapain lagi tuh anak. – Yang, besok lusa kan kamu ulang tahun, kamu mo minta hadiah apa? – Aku tekan reply lalu kutulis pesan singkat padat berisi, - Tersrh kamu aja, yang penting bukan bom – Gini nih susahnya punya cewek yang sibuk tapi sangat perhatian. Memang sih kadang Dea tuh bawelnya minta ampun, apalagi kalo dah datang ke kos dan melihat betapa berantakan kamarku, ocehannya gak berhenti seharian. Tapi perhatiannya itu lho, belum ada yang ngalahin. Satu tahun aku sudah menjalin hubungan sama Dea, dan selama itu pula aku merasa enjoy dan lebih bersemangat menjalani hidup ini. Wuihh! Meskipun ada satu hal yang kadang bikin jengkel. Saat dia lagi sibuk kerja, sebagai seorang manajer sebuah klinik kecantikan (wuih sudah pasti orangnya cantik nih?! So pasti), aku akan dibiarin meraung-raung sendiri. Paling banter kirim sms. Tapi toh itu buat masa depan kita berdua juga. Ya gak coy?! Alahh ngelantur, mo kerja lagi nih, jangan mancing-mancing pembicaraan.
Akhirnya jam setengah sepuluh kerjaan selesai juga. Aku sambar handuk dan melesat ke kamar mandi. Lima menit kemudian (gak perlu lama-lama yang penting kan sudah berstatus mandi. Hehehe) aku keluar dari kamar mandi. Ganti baju, gak lupa nyemprot minyak wangi, kemudian aku sambar tas, sejurus kemudian aku tancap gas meluncur ke kantornya pak Budi sebelum hapeku bunyi terus menerus.
Jam setengah dua belas aku keluar dari kantornya Pak Budi. Aku inget ada yang mau aku beli hari ini. Tinta printerku habis, so aku musti refill hari ini, kalo gak nanti sore gak bisa ngeprint tugasku yang udah numpuk dirumah. Aku meluncur menuju Matahari Simpang Lima, tepatnya di computer center. Tepat jam dua belas aku sampai di Matahari. Wah, pas jam makan siang nih, pantesan nih perut udah pada ngejazz. Kupercepat langkahku menuju foodcourt. Kerja boleh kerja, tapi makan paling utama. Suasana di food court rame bener, pas jam makan siang sih. Mo makan apa ya? Aku mengitari counter mencari makanan yang sesuai selera. Sekonyong-konyong mataku terbelalak ketika aku melintas didepan Ayam Bakar Pak Dul. Refleks aku tersurut mundur agar lebih tersembunyi. Dengan mata kepalaku ini, di meja nomor sembilan, aku melihat Dea sedang duduk disana bersama seorang pria. Kelihatnnya mesra banget. Hah!!! Gak salah tuh?! Aku kucek mataku. Itu kan Abim, temen kosku. Ya bener, itu Abim. Ngapain dia disana bersama Dea? Wah ada yang gak beres nih. Aku konsentrasikan pandanganku kearah mereka. Gila, pake suap-suapan segala. Jadi selama ini ada musuh dalam selimut rupanya.
Aku rogoh hapeku, lalu aku pencet nomornya Dea. Aku melihat dia mengambil hape ditasnya.
“Halo sayang.” Terdengar suara Dea diseberang.
“Dik kamu dimana?” Tanyaku pura-pura gak tahu. Aku mau tahu dia jujur gak.
“Kan aku dah bilang, siang ini aku ketemu klien, jadi aku gak bisa nemenin kamu makan. Kamu dan makan belum? Makan dulu gih tar sakit loh.” Dea masih sok perhatian juga nih. Gila!
“Udah kok tenang aja. Kamu sendiri?”
“Ya, tar lagi juga makan kok. Dah ya, aku lagi sibuk nih.”
“Oke. Dahh.”
Busyet nih, aku dikadalin sama orang-orang yang aku percaya selama ini. Abim yang sudah aku anggap saudara sendiri ternyata tega menusuk dari belakang. Aku harus membuat perhitungan. Aku gak mau dipermainkan seperti ini.
Dengan berjingkat aku mendekati tempat mereka berdua duduk. Tanpa mereka sadari aku sudah berdiri didekat meja mereka.
“Ehm ehm.” Aku berdehem memancing perhatian mereka.
Dan benar mereka berdua melihat kearahku. Gak usah ditanya lagi apa yang terjadi. Mulut mereka ternganga. Mungkin tak menyangka aku akan berada disitu.
“Ehm, jadi ini customer kamu. Ya hebat, hebat banget.”
“Yang, aku… aku….” Dea tergagap gagap tak bisa bicara.
“Udah gak usah bicara apa-apa. Yang aku lihat ini sudah lebih dari penjelasan kamu kok.”
“Dengerin dulu Van, ini tak seperti yang kamu lihat, aku bisa jelasin semuaya…” Abim berusaha ngasih penjelasan lagi. Dasar gak tahu diri.
“Abim. Kamu diem aja. Aku gak mau denger suara kamu yang sok manis itu. Kamu gak mau kan merasakan ini…” Aku perlihatkan kepalan tanganku ke muka Abim.
“Yang… beri kesempatan aku ngejelasin.”
“Sudahlah. Kalian terusin aja bersenang-senang. Aku gak akan ganggu kok.”
Aku berlalu dari hadapan mereka. Tapi tidak lupa meninggalkan kenangan buat mereka. Aku tumpahin es jeruk ke muka Dea dan jus tomat ke muka Abim. Huh!! Dah ah gak jadi makan, aku mending pulang aja. Nangis. Hik hik hik.
Ya, kejadian itu sih sudah terjadi setahun yang lalu, tapi kadang aku sering teringat kembali. Jengkel, marah, benci bercampur jadi satu. Ternyata orang kita anggap baik dan kita percaya, tak selamanya menyenangkan buat kita. Ati-ati aja deh.
Semarang, 17 Januari 2007
Kekarepan
Nalika wektu nambut talining asma
agawe cemloroting pasuryan kang tansah ngujiwat
ngancani lengsering bagaskara lan mekaring rembulan
saben dina, wis cumawis nyawiji ing satengahing ati
#2
Wektu sing tansah jumangkah
nggawa sasuwir pangudarasa
werna jambon sing kasawang endah
apa iki to sing diarani tresna???
#3
saiki wis tekan ing satengahing gerbang
kekancan sing rumaket raket lan anget
angrumbaka mekar jembar anyipta tembang
lingsir wengi tansah sinandhing mupus nyenyet
#4
ati kang ngabekti
sesanti marang patraping aji
ananging obahing lindhu agawe gelaning pamuji
ngusung sepi nggendhong bencahing janji
#5
tresna iki wis nyawiji
sepira gedhe goncanging bumi
nora bisa mecah-mecah kuwasa ati
nganti satekaning pati
#6
pungkasaning carita
amung marang Gusti tansah angucap donga
muga ing sawijining dina
ati karep lan madhep iki kalimpah restu sing kuwasa
Semarang, 19 Desember 2006
9.1.07
Sepanjang Jalan
Sepiku adalah milikmu. Hening ini adalah meditasi. Tak ada angin yang diam — tak ada gading yang tak retak — tak ada manusia yang sempurna. Seperti aku, kaupun pasti punya dosa. Nafas tak mengalir adalah mati — ruang tanpa udara adalah hampa — tapi masa depan masihlah punya harapan yang musti kita perjuangkan.
Kita — aku dan kamu juga mereka — hanyalah segelintir nasib — yang ditaksirkan untuk menjalani hidup dalam kehidupan. Apakah kita musti meratap, menangis, menjerit, menyayat — sementara tak satupun peluh pernah menetes dari pori-pori kulit. Air mata hanya akan kering tanpa menyisakan cerita — hati hanya akan beku dengan meninggalkan rindu — rindu pada waktu yang begitu cepat melaju. Namun tak usah pula meratapi masa silam — biarkan saja dia menjadi kenangan waktu nanti.
:Dibawah sinar rembulan — diteras rumah ada dendang lagu cinta — merdu — melebur dalam warna syahdu. Jadilah dia menjadi selembar kenangan. Kenangan pahit bukanlah hal yang musti dilupakan. Kenangan adalah kenangan — kenangan adalah ingatan — kenangan adalah pengalaman — kenangan adalah masa silam — kenangan adalah kisah.
Ketika resah dan sedihmu datang, air matamu suci untuk kamu tumpahkan namun kau tak mesti harus memenjarakan hati. Katakan pada alam, pepohonan, embun, dedaunan dan bebatuan tentang sedih di hatimu. Aku ingin memberi nyala disini — seperti fajar sunyi yang membawa mentari beranjak makin tinggi.
Kekasih, sahabat, teman dan saudaraku — kita adalah air sungai yang mengalir — dari hilir ke hulu — dari hulu ke muara — dari muara ke lautan luas. Entah dengan apalagi aku musti mengartikannya — dunia yang hiruk pikuk tak lagi bisa memberi arti pada sebuah kata-kata. Kaupun mungkin bosan dengan kata-kata. Karena kebohongan dan kejujuran bisa berasal dari kata-kata — karena sakit dan luka bisa meradang oleh kata-kata. Tetapi kata-kata pun bisa pula lebih dari sekedar tarian lidah disela rahang. Dunia bisa damai bisa karena kata-kata, hati bisa tenteram karena kata-kata — mantra adalah kata-kata — doa adalah kata-kata.
Apakah aku terlalu puitis, Sayang? Sehingga hening disini membeku bagai gunung es di laut Antartika. Rembulan diam, enggan beranjak dari peraduan. Angin malam hanya membisu dibalik rimbun dedauan.
Ah, aku ingin menatapmu sekarang. Mencari perca-perca rahasia yang masih terkubur dikelopak matamu. Ada setetes air bening menggenang di sudutnya. Aku ingin lebih dekat denganmu — merasai rasamu. Jangan kau kucilkan niatku yang merangkak di sepanjang lembah dan padang luas dihatimu.
Aku mungkin terlalu sedih untuk menangis — aku mungkin terlalu gembira untuk tertawa. Aku hanya ingin diam disini saja — di tepi hatimu yang rimbun. Agar aku bisa melangkah disetiap jejakan langahmu — agar aku bisa bernafas disetiap denyut jantungmu. Laguku hanya sunyi — petikan gitar terasa sumbang karena putus dua senarnya.
Aku tak ingin lagi mereka-reka hari dengan mimpi dan ilusi. Membanggakan angan yang terkadang kosong saat kenyataan membukanya. Gapailah jemariku — aku ingin hangat ini menyatu dari hati ke hati. Jangan lepaskan — kecuali memang tak ada lagi tempat untuk bersemayam.
Kekasih, sahabat, teman dan saudaraku — apakah akhir dari kisah ini?? Hanyalah sebuah bualan mungkin — jika kau tak mampu sedikitpun mencerna — memberi makna — apalagi ikut terhanyut dalam nuansa sepi yang telah kuciptakan lewat puisi.
Terakhir kudengar kini — cinta berucap cinta — cinta menyapa cinta — cinta bersatu dengan cinta. Ah, apalagi ini??! Apakah kau bingung mencerna?? Aku sendiripun tak bisa mengartikannya….
:Suatu malam yang dingin…..
11.12.06
Kentut
- Pemalu : orang yang kentut tidak ngeluarin suara sama sekali.
- Egois : orang yang suka menuduh temennya padahal dia sendiri yang kentut.
- Sombong : Orang yang kentut selalu didepan muka orang lain.
- Pemberani : orang yang selalu ingin kentut ketika berjalan sendiri di kegelapan.
- Beruntung : Orang yang kentut tapi orang lain gak ada yang tahu.
- Sial : Orang yang kentut selalu kebawa ampasnya.
- Setiakawan : orang yang kentut jika temennya kentut.
- Jorok : Orang yang kentutnya selalu bau padahal tidak bersuara.
- Seniman : Orang yang suka kentut didalam air agar bersuara... [blekuthuk blekuthuk...]
- Penyendiri : orang yang jika kentut selalu menjauh dari temennya.
- Bodoh : Orang yang suka mencium kentutnya sendiri.
- Suka Pamer : orang yang jika kentut selalu memelorotkan celananya.
- Dermawan : orang yang kentut sambung menyambung, tak puas satu suara saja.
- Perkasa : orang yang kentut selalu dikeraskan suaranya.
- Pemimpi : orang yang suka kentut dulu sebelum tidur.
10.12.06
Nasib seorang selebriti
Beginilah nasib seorang selebriti, selalu terpajang dimana-mana. [Narsizzzz lo!!!]
Nalika atiku lara...
Sembribit angin wengi iki, angresep alon
remasuk ing sajroning balung sumsumku
hanyipta lelagon sumbang tanpa swara
bebarengan karo wewayanganmu kang dumadakan tumeka
kemrosak, anggugah pudharing sinar bagaskara ing atiku
kang wis sawetara wektu katinggalake endahmu
grimis marai miris
trenyuh, banjur ajur dadi tangis
lungamu tanpa pamit
nggawa kidung asmaradana sing wis dak anggit
ninggalake jejering atiku kang sanalika salit
kangen, ngronce impen saumpama tansah sarimbit
ikhlas...
menawa lungamu bakal nitih cemloroting lintang
marani alusing dalan lan kabagyan
sanadyan ta aku kudu kelangan
sakabehing janji, prasasti lan manising kahanan
sing biyen tansah dadi pasugatane bebrayan
rila...
aku rila sliramu kepencut marang tresna liya
jer aku wis niba tangi mlajar playumu
mbok menawa pancen iki wis dadi kodrating uripku
amung donga sing tansah dak upakara
muga kuwat lakuku mlipir sapinggiring getir
muga tabah atiku nampa sakabehing lelara
+++-----------------------------------------------------------------------+++
ASMARANDANA
Janur gunung, sliramu jumedhul ambuka getasing asmaraku
nalika luluh swiwiku mangambang ing satengahing mega lan lintang
numpuk-numpuk geguritan tanpa mangerti kahanan
rembulan wis bali marang panggonan
esuk iki aku bali
ananging ngapa sliramu mung ngedhepake netra tanpa mijarke rasa
kamangka ing sepiku iki,
aku kepingin ngrengkuh rejaning pasuryanmu
sanajan mung klebating wewayangan
apa ora eling...
esemmu biyen sing agawe mendem atiku
netramu sing agawe kasengsem batinku
jumbuh karo tumindakmu kang tansah endah
saiki sliramu cidra
gemandhul ing pucuk langit
ing kene, kangenku mung bisane njerit
panyuwunanipun Mbak Tia
[nyuwun pangapunten Mbak, radi melankolis. Ati nembe resah]
btw... tahu artinya ga neeh???
7.12.06
Stresss
serasa lelah seluruh tubuhku
setelah seharian membanting tulang...
karena pintu2 rumahku telah habis
kubanting kemaren...
5.12.06
Cara Gampang Bikin Virus
Ga sengaja kemaren buka2 arsip, eh ada petunjuk nyeleneh..... (dulu ditulis oleh Alzamora)Kamu pasti masih inget dengan virus worm yang sempat menghebohkan internet beberapa waktu yang lalu : Anna Kournikova. Worm yang menginfeksi Windows beserta Outlook Exressnya, akan mengirim sendiri pesan virus ke seluruh email yang terdapat pada address book.
Sebenarnya untuk membuat worm semacam itu kamu tidak harus menjadi seorang programmer handal. Cukup bisa njalanin komputer dan punya softwarenya. Lalu apa softwarenya ? VBS Worm Generator !! Dengan program yang dibuat oleh hacker Argentina berusia 18 tahun itu kamu dapat membuat virus yang sama dahsyatnya dengan Anna Kournikova, cukup dengan melakukan beberapa klik.
Program VBSWG memungkinkan kamu untuk membuat worm dengan nama sesukamu. Kamu juga bisa memilih efek dari worm tersebut, seperti misalnya menampilkan pesan atau memaksa seseorang untuk menuju situs tertentu. Akibat yang paling parah tentunya jika worm tersebut kamu setting supaya membikin
crash komputer.Kemampuan lain dari VBSWG adalah melakukan enkripsi terhadap source code worm yang dibuat. Kemampuan lainnya bisa kamu coba sendiri :-) Pokoknya cukup hebatlah program ini.
Tapi seperti yang dikatakan oleh pembuatnya, VBS Worm Generator hanya boleh digunakan untuk belajar, bukan untuk merugikan orang lain. Untuk itu jika Anda memang berniat mencobanya, ingat-ingat peringatan tersebut.
Situs yg menyediakan VBSWG :
http://www.virii.com.ar,
http://www.kvirii.com.ar,
http://vx.netlux.org/dat/tv07.shtml.
Atau gunakan search engine http://www.google.com dan masukkan keyword vbswg2bfix.zip, Vbswg2B.zip, worm generator, dan keyword semacamnya
4.12.06
Mata Ngantuk Kerjaan Numpuk
Hemmmh.... ngantuk berat nih!Semalem gak tidur. Nih nyelesein blognya anak2. Kumpulan temen mantan anak2 kos dulu waktu sekolah (hebat kan?! Kos2an aja bikin blog). Namanya IRMAKOSRI.Padahal sih banyak tugas. Tapi daripada ide bubar mending terusin ajah (dasar!!) :p
Mata dah lima watt, perih, tangan pegel, eh mouse-ku juga rusak lagi. itu tuh rollballnya copot. Asem!! Padahal belum lama belinya (emang murah sih. Hehehe).

Pagi2 tadi barusan mo tidur sejenak, eh ada telpon, ada yang kirim email bahan
desain A Mild Live FUNKY KOPRAL yang mo konser di Kudus. Ya udah terpaksa merangkak ke warnet (maklum lom online sendiri). Abis itu utak atik sambil ngantuk2. Namanya event mepet, ya udah terpaksa dikebut secepat-cepatnya.Baru selesai, eh ada telepon lagi, kriiing...!! Ada panggilan tugas. TPKS ada event pameran di Surabaya. Minta dibikinin desain promosinya. Heemmmmh kapan istirahatnya nih??
Btw, Alhamdulillah RATU ga jadi bubar. Bisa2 ga bayaran nih. Kemaren dan capek2 bikin desain Konser RATU di Pekanbaru tgl 8 Des, eh ada kabar RATU mo bubar. Untungnya.... cuman gosip. Selamat buat RATU.
3.12.06
Sakaratul Maut
Beberapa waktu lalu ketika aku main ke rumah temen, kebetulan dia lagi muter sebuah VCD entah film ato apa. {Mungkin temen2 udah pada liat, akunya aja yang ketinggalan}. Awalnya gak begitu tertarik, beberapa saat kemudian aku mendengar suara dari naratornya tentang sesuatu yang lain. Ya.... ternyata itu bukan film kebanyakan, tetapi sebuah sidi yang covernya tertulis SAKARATUL MAUT. Didalamnya tertulis kejadian itu di Siberia Russia. Aku mengambil main picture dalam dokumentasi itu seperti yang terlihat diatas. Gambar itu masih seperti aslinya gak tak rubah sedikitpun. Memang gak begitu jelas banget tapi bisa membuat bergidik. Menarik juga menurutku, tapi entah itu bener apa gak, wallahu alam.
Awal pertama ada setting orang mati yang lagi mau dikubur. Setelah bla bla bla... Narator akan berkata (dalam bahasa Indonesia) bahwa beberapa pekerja tambang di Rusia ketika mereka memasukka mic super sensitif ke celah bumi mendengar suara2 aneh. Awalnya mereka menyangka itu suara bumi yang bergerak, tetapi ternyata sebuah jeritan yang bukan cuma 1 manusia tetapi beribu bahkan berjuta manusia. Maka muncullah gambah seperti diatas. Bukan cuma diam tetapi penampakan yang mirip mayat (pocong) itu bergerak-gerak bahkan keliatan jelas beberapa saat kemudian tampak matanya keluar dari kelopaknya dan seterusnya dan seterusnya....
Sekilas memang mengerikan sekali. Entah itu benar apa tidak... entah percaya atau tidak tapi yang jelas memang setelah kematian dari dunia ini akan ada dunia selanjutnya. Oke... mari kita perbanyak amal untuk bekal dihari nanti.
Bagi yang belum liat dan pengin liat, silakan kirim email ke mailto:kuasmerah@yahoo.com, mudah2an aku bisa membantu.
2.12.06
New Stuff
Oya...salam kenal buat Nunun(?) jika kebetulan mampir...
29.11.06
Lelara
sesumbarmu agawe mirising reroncening atiku
nglumbruk... nglemperak...
banjur remuk balung sumsumku
wis adoh aku hanyampur asin lan manising kahanan
tiba tangi lan adhem panas tansah dadi sarimbit ing netraku
angin wus alon
bagaskara wus mudhun
langit wus peteng
ananging sliramu mlajar nggegirisi
angluluhake rerasa katresnan kang wus dak tata
ana ing satengahing samudra
Wis... dipungkasi wae lelakon iki, Dik
sadurunge aku pupus tanpa lara
anandhang sambat amarga kuciwa
Kanggo: sapa wae sing rumangsa gawe aku lara...
25.11.06
Keponakan tersayang...
Maaf ya...Inget-inget soal sakit ati bikin tambah pusing. Ganti topik laen aja deh. Nih aku kenalin sama keponakanku yang manis (anaknya adikku... tapi kakaknya masih nyari nih :p). Si kecil ni namanya DHIMAS ANGGA PRATAMA. Lahir 19 Juni 2005 yang lalu. Lucu banget deh anaknya (jadi pengin nih... :p). Sekarang kan lagu senengnya jalan tuh, soalnya baru beberapa bulan bisa jalan, makanya hemmh... Angga ga capek-capek muter-muter kemana-mana. Kalo dah ketemu nih anak, wuih senengnya jadi lupa semua (termasuk utang juga). Hayo siapa yang mau jadi ibu anak-anakku...
Apa yang mesti kuperbuat??
Sungguh, jujur aku saat ini belum bisa untuk tiba-tiba jauh darimu. Betapa berarti dirimu bagiku. Perhatianmu selama ini membuatku berubah. Segalanya... semangat hidupku kembali menyala ketika kau hadir ditengah palung hatiku.
Apa yang harus aku lakukan....
21.11.06
Haruskah kau memilih?
"Kau bukannya tidak berharga buat aku..." Kau menatapku nanar membuatku semakin getir.
Ah, sudah sedangkal itukah hatimu, hingga tak mampu lagi menampung luapan rerasa yang selama ini aku bangun dan aku pugar hanya untuk memilikimu? Aku arungi ketidakpastian hanya untuk mencari danau dibening matamu.
"Maaf... tapi aku harus memilih." Kau tertunduk. Entah menyesal atau sekedar menghindari bersitatap dengan mataku yang kuyu.
Aku tak tahu mesti berkata apa. Dan memang aku tak bisa bersuara. Lidahku kaku, mulutku bisu. Aku mencoba meyakini ucapanmu dengan menggenggam tanganmu. Tapi hanya dingin yang mengalir sampai didasar hatiku.
Semua yang mengenalku tahu... tentang kita. Tentang mimpi yang pernah kita susun berdua. Tentang cita-cita yang pernah kita gantungkan di ujung langit. Tentang cerita manis kita yang seakan tak pernah habis dikenang sepanjang masa. Tentang iri mereka melihat kemesraan yang selalu kita cipta.
"Bisakah engkau menerima kenyataan ini....?" Kau menatapku lagi.
.... to be continue.
10.10.06
Ahhh
berada.diujung.bekas.nafasku
tapi.aku.tak.peduli
aku.akan.terus.melaju.meninggalkanmu
meski.kau.menangis
habiskan.air.matamu
enyahlah.
aku.bosan.melihatmu
to:angin.yang.menendangku
9.10.06
The Sky's Story
I see the sky on the blue horizonthere are more colors beside it
yeah... it's rainbow
cheerful and wonderful
I feel my soul fly to the atmosphere
looking for heaven
it's like in your eyes
when you're smiling
being the magic
painting the world
Here...
something will be transfered
to your heart
Feel...
it's coming to you.
Now!!!
3.6.05
Aku datang kembali
dengan lagu yang kubawa dari pentas rembulan
diujung langit tinggi dan jauh
Aku datang kembali
menyapamu diperjamuan pagi
bersama tetes embus dan riuh angin
menggiring mentari melintas langit
Aku datang kembali dengan cinta....
24.1.05
Dy
kupacu dalam hening detak jantungku
sekumpulan riak gelombang pada laut sunyiku
menepi diatas hamparan pasir putih
kemilau sebening matamu
menatapku pada dasar ruang seribu dimensi
.... hatiku
luluh lantak karang terjal dinding jiwaku
keangkuhan yang sering memenggal pijar naluri
karenamu aku ingin terbang tinggi
karenamu aku ingin meninggalkan padang hitam
disekujur jasad dan nurani
tolong....
berikan warnamu yang gemerlap itu
agar aku tak kehilangan jalan lagi
untuk berpacu
Dy -
14.1.05
MIMPI (BASAH)
yang ingin kukatakan
pada malam yang beri ku mimpi
kecuali satu pinta
jangan kau hadirkan dia lagi
memenuhi pelataran mimpiku
...............
11.1.05
FUCK ALL
kau pergi seakan tak kan kembali
rinduku terpenggal dan terluka
jatuh luruh lalu sirna
jika saja tak ada cinta
sudah ku tinggalkan dirimu
membeku dirintik salju
28.12.04
BENCANA
Betapa kuasanya Engkau
Hingga dengan sekali sentuh
Engkau mampu membalikkan samudera
meruntuhkan segala yang ada
Kami sadar
Bencana ini adalah cobaan dan peringatan
yang Engkau timpakan
Kami tak boleh berprasangka buruk
Terhadap segala kutusan-Mu
Kami yakin Engkau memberi cobaan
Sesuai dengan kemampuan dan kekuatan kami
Kami yakin pula, ada hikmah setelah semua ini
Ya Gusti Allah...
Beri kami jalan terang dalam hidup yang fana ini...
special for my family di ACEH dan SUMUT
"kami selalu bersamamu"
22.12.04
My Mother
Diatas kertas putih hatiku ada namamu yang terukir halus dengan tinta emas -- menghuni dengan abadi -- memberiku damai pada setiap aku menghadirkanmu -- di lubuk jiwaku
Ibunda,
Apapun yang terjadi, tak akan pernah ada yang bisa mengingkari -- jika engkaulah makhluk sejuta makna bagi hidupku -- pemegang amanah Tuhan -- aku
engkau mengandung, melahirkan dan membesarkanku hingga ku mampu mengenal luasnya dunia ini -- namun betapa banyak salah dan khilaf -- dosa dan durhaka yang sering melukai halus perasaanmu -- hanya karena keangkuhanku yang kubiarkan meretas lembut kasihmu
Ibunda,
Sampai saat ini -- saat aku sudah merasa mampu menyambung hidupku (?), aku belum juga mampu membalas jasa-jasamu, kebaikanmu, kesabaranmu, perhatianmu dan samudera kasih sayangmu yang tak mampu diperhitungkan.
Ibunda,
Kini jarak sering memisahkan kita -- ketika aku menghadapi rumitnya perjalanan hidup ini, aku sering menangis -- ingin aku dekat dipelukanmu -- berbagi rasa mencurahkan gundah dan penat yang melanda.
Ibunda,
Meski aku tak bisa membalas apa yang yang telah engkau berikan, tapi beri aku kepercayaan untuk senantiasa berbakti kepadamu -- semoga ada damai dan tentram dalam hidupmu sampai akhir hayat nanti. Amien
Khusus aku dedikasikan untuk orang yang paling berjasa dalam hidupku : IBU
Kehilangan
aku mengendapkan letih ini
mengoyak keyakinan yang sering kupaksakan
menempati ruang hatiku
kadang aku begitu ragu
merangkum setiap kata demi kata
sedang bahasaku begitu lugu mengungkapnya
ah, beriku kepercayaan diri
menjemput segala impian itu
13.12.04
Birahi dalam mimpi
bermimpi dalam lelap tidurku
ketika itu kau melenguh
diujung pancaran birahimu
saat kucumbumu penuh gairah
hingga akupun basah
nyatanya...
air maniku adalah sebait puisi
yang kutulis di dinding ini
Rindu
denting jiwaku terjatuh
pada ruang hampa tempat meditasi sunyi
menggelar mantra-mantra
membakar dupa
lalu menerbangkannya ke langit
menjemputmu
Ya...
denting jiwaku memanggil
sekuntum rindu pada namamu
dihatimu
dibatas imaji tempat aku mengukir bayangmu
aku kini rindu
: lagi
meski baru semalam aku menghabiskan waktu
bersamamu
semalam suntuk membagi kisah
membagi tawa dan suka
dan... selamanya aku ingin
kau ada
::youe 'luv'
11.12.04
Hujan
saat indah bersamamu
saat hujan dihatiku
kupelukmu dengan kehangatan
sampai aku terlelap
mengarungi mimpimu
.....
kepada senja
pada kemilau lautan dan bukit karang
aku menulis sajak ini sebagai pelipur
agar aku bisa terus mendaki
curamnya perjalanan hidup
berliku di sepanjang bebatuan
senyap diantara pepohonan rimba
kepada senja
pada deburan ombak dan angin yang menghempas
aku menyusuri garis membentang
dari ujung nafas hingga kutub waktu
coba menganyam hasrat
dengan keyakinan
agar aku terus ada
berperan diatas panggung sandiwara
10.12.04
tentang rembulan yang setia menemani saat-saat malam
sunyi jadi lelara di pias waktu yang makin getir
menjadi pekat seperti mendung menelan bias rembulan
meredup di ketiak cakrawala,
merintih di sayatan angin pada pucuk dedaunan
lembar demi lembar terbuka
tanpa lelah menghujam lara
berdarah-darah
membanjir dipelupuk mata jadi air mata
terkapar juga rasa ini
pada pembaringan waktu yang lebam membiru
penuh dengan rindu
pada indahnya lelagu
27.11.04
4.11.04
25.10.04
13.10.04
Kuusap wajah -- mencari kepastian perjalanan waktu yang terus bergulir. Bunga-bunga persik disamping kamar mengetuk jendela. Pandanganku tenggelam pada sesosok bayangan diujung sana. Siapa??? Entah.... Hanya sekilas yang bisa kutangkap -- gaun hitam dengan rambut terurai panjang. Ah... siapa dia??? Siapa??? Mbuh!! Kepalaku pusing...
PELANGI
di langit biru dalam basah gerimis
maka jadikan aku seharum aromamu
menyengat keheningan
saat kau terbang menaburkan cahaya
aku dilanda kegetiran
lalu membongkah jadi kegelisahan
jadikan aku warna-warna dalam kanvasmu
objek lukisan yang pernah kau guratkan
di hatimu
tegakkan aku
disamping tiang-tiang hasratmu
agar aku bisa menemanimu
merajut benang-benang harapan
disetiap inci perjalanan hidupmu
aku ingin selalu tegar
mengarak beragam kekalutan ini
dengan cinta kasih
seperti indahnya pelangi
di langit pagi ini...
17.9.04
10.9.04
imaji sesaat
kuraihmu
di hatiku ada cinta
untukmu
kudekapmu
di dadaku ada asa
bagimu
kubawamu
mengaliri nadi-nadi darahku
dengan cintamu
kupelukmu
di jiwaku masih banyak hasrat
mengajakmu menyusuri warna dunia
kuciummu
saat ku tak mampu mencerna
sisi-sisi gelap jiwaku
dengarlah...
wahai bayang-bayang tak kasat mata
aku hanya sedang berimajinasi
tolong...
jangan diambil hati
26.8.04
Banyak problem yang melanda hati (Ciee!!). Tapi bener kok. Bingung banget mo gimana, bingung nentuin sikap yang terbaik, buat semuanya. Soalnya nih problem nyangkut orang banyak.
Benernya mo ngomong disini, biar ada yang bisa ngebantu. Tapi rasanya belum waktunya semua orang tau, cukup aku dulu. Yang penting kalian semua tau, kalo aku lagi banyak masalah. Ato kalo yang pengin ngebantu aku, bisa kontak aku. Ntar aku ceritakan sejelas-jelasnya. Ya??!
Dah ya, aku tambah pusing neeh..!! Bye!
11.8.04
darah
ku kunyah dengan mulutku yang bau
tak apa mereka bilang rakus
tak apa mereka murka
karena rasaku telah dirampas oleh mereka
kemaren hari
saat mataku sayu
memandang kesunyian gedung-gedung tua
Dan seperti hari kemaren
hari ini terjadi lagi
aku diseret melewati parit-parit
berisi air comberan
aku muntah darah
menangis dengan darah
tersenyum dengan darah
dan aku...
hampir mati
4.8.04
aku tuliskan lagi syair-syair silam
yang pernah ku tulis pada tembok-tembok waktuku
agar jiwaku bangkit
mencari lelagu yang sering didendangkan angin malam
untukku
lalu, seiringan serangga kecil
menemaniku tepekur diatap heningku
bertaruh memenuhi hasrat sang malam
yang mencoba merampas nyawaku
dari ragaku
sepatah syairku terhempas lagi
diatas lini imaji yang makin gersang
dimana aku temukan lagi
malam-malam indah seperti dulu
.................
Rerindu ini mencengkeram/
seperti gurat langit, lalu tertutup mendung
bisu/
tawa mengiris/
tapi aku suka/
ada yang mengerti dirimu/
bahagiakanmu.
Nok'04
-------------------------------------
my heart leaps up we'll be hold
a rainbow in the sky
was it when life began
so, is it now you're man
be it when you shall grow old
you could wish your day to be bound its teach
by naturan pity - nok
-------------------------------------
mendung menggantung/
menyusut dalam kabut/
merintih dalam perih/
jiwa makin hampa/
terombang-ambing ketidakberdayaan diri/
semakin lelah kaki melangkah.
-------------------------------------




